Breaking News

Monday, 28 December 2015

Lima kisah duel paling maut manusia lawan hewan buas

Max Muggeridge, pemburu hiu asal Australia. 
Penulis terkenal Amerika Serikat Ernest Hemingway pernah menulis sebuah kisah tentang perjuangan seorang pria tua melawan seekor ikan. Pria bernama Santiago itu hobi memancing dan dia berhasil melawan ikan besar dengan pertarungan selama beberapa hari. Kisah manusia bertarung melawan hewan memang bukan hanya muncul dalam bentuk kisah fiksi atu rekaan seperti yang ditulis Hemingway. Kisah nyata tentang itu memang sudah banyak terjadi.
Ada berbagai macam alasan seseorang harus berduel hidup-mati dengan hewan buas. Tapi semua kisah itu memang cukup menegangkan dan membuat orang cukup kagum atas perjuangan mereka yang berhasil selamat.
Berikut ini lima kisah duel paling maut manusia melawan hewan buas yang berhasil dihimpun merdeka.com
Brandon Johnson.

1.
Hanya dengan pisau pria ini tarung lawan beruang

Seorang pemburu di Minnesota, Amerika Serikat, beruntung bisa selamat setelah berjuang melawan seekor beruang seberat 238 kilogram dengan senjata sebuah pisau sepanjang 12 sentimeter.

Pria bernama Brandon Johnson itu mengisahkan, saat itu dia dan temannya sedang mengikuti jejak seekor beruang besar yang berhasil mereka tembak malam sebelumnya. Mereka menduga beruang itu sudah mati.

Tapi rupanya Johnson harus berhdapan dengan beruang yang masih hidup.

Beruang hitam itu berhasil mencakar pipi kiri Johnson sehingga menyebabkan bekas luka.

"Saya terus menahan mulutnya pakai tangan kiri supaya dia tidak menggigit wajah dan saya terus menghujamkan pisau dengan tangan kanan," kata dia, seperti dilansir foxnews.com, Desember tahun lalu.

Satu gigi beruang itu berhasil mematahkan tulang tangan kiri Johnson hingga dia pingsan.

Pada saat itulah teman Johnson menyelamatkannya dan beruang itu kabur.
Buaya yang berhasil dibunuh Mubarak Batambuze.

2.
Lelaki ini duel lawan buaya pemakan istrinya

Mubarak Batambuze, pria Uganda berusia 50 tahun, balas dendam terhadap buaya yang sudah memakan istrinya yang sedang hamil.

Buaya itu menyerang istrinya empat bulan lalu saat sedang mengambil air di danau bersama teman-temannya. Ketika itu istrinya sedang hamil delapan bulan.

Sambil membawa tombak, Batambuze berduel hidup-mati dengan buaya seberat 590 kilogram dengan panjang delapan meter itu selama kira-kira satu jam lebih.

Tetangga Batambuze di Desa Kibuye kemudian menganggap dia pahlawan karena berhasil membunuh buaya raksasa itu, seperti dilansir koran the Daily Mail, Kamis (5/2).

"Saya sebenarnya sangat takut tapi tombak ini menolong saya membunuhnya," kata dia kepaa BBC News.

Menurut media lokal, buaya ganas itu sudah memakan enam perempuan dan anak-anak yang sedang berada di danau. Warga tidak dapat berbuat banyak menghadapi buaya jumbo nan sadis itu.

Bulan lalu pria nelayan itu masih berduka atas kehilangan istri dan jabang bayinya dan ingin balas dendam.

"Saya sangat ingin balas dendam dan minta dibuatkan tombak yang bisa membunuh buaya itu," kata Batambuze.

Tombak itu rupanya bukan sembarang tombak. Pandai besi yang membuatnya melengkapi tombak itu dengan kail tajam di salah satu sisi sehingga jika dihujamkan ke perut buaya maka tombak itu bisa merobek daging ketika ditarik.

Awalnya Batambuze ditemani teman-temannya menuju danau itu. Tapi ketika mereka melihat besar buaya itu teman-teman Batambuze menyarankan dia tidak usah melawan makhluk ganas itu.

"Saya tidak masalah jika harus mati melawan buaya itu. Saya akan menghabisinya dengan tombak ini dan saya akan benar-benar memastikan dia mati," jawab Batambuze.

Setelah menyuruh teman-teman melempar batu buat mengalihkan perhatian, Batambuze menusukkan tombaknya ke bagian samping tubuh buaya itu. Ketika buaya itu mencoba menggigitnya, Batambuze bisa menghunjamkan tombaknya ke rahang buaya itu.

"Duel itu sangat menyeramkan. Tapi saya tidak takut mati," kata dia.

Meski perutnya sudah koyak, buaya itu masih belum mati dan menyerah. Batambuze dan teman-temannya terus menyerang hewan buas itu.

Akhirnya Batambuze dan teman-temannya berhasil membunuh buaya itu dan menyeretnya ke desa. Warga terkejut melihat keberhasilan Batambuze membunuh buaya raksasa itu.

Juru bicara dari Otoritas Hewan Liar Uganda (UWA) Peter Ogwang mengatakan di dalam perut itu ditemukan tulang manusia dan bekas pakaian.

"Kami yakin hewan inilah yang membunuh perempuan itu," kata Ogwang.
Duel pria India melawan ular kobra yang bunuh anaknya.

3.
Dendam anaknya dibunuh, pria ini kalahkan ular kobra

Sebuah rekaman video memperlihatkan seorang pria India mengalahkan seekor ular kobra dengan tangan kosong beredar di Internet.

Pria itu diketahui adalah seorang ayah dari anak yang dibunuh oleh ular kobra itu.

Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Selasa (15/12), dalam video itu terlihat dia sedang memegang bagian ekor ular kobra lalu membanting-bantingnya tanpa ampun ke tanah.

Dia mengayun-ayunkan ular itu di sekitar tubuhnya lalu menghempaskan kepala ular yang sekarat itu ke tanah hingga kemudian melepaskannya. Ular itu lalu terlihat sudah tidak bergerak lagi. Kobra dikenal sebagai spesies ular ganas di dunia. Menurut National Geographic, Raja Kobra biasanya akan menghindari kontak dengan manusia tapi akan menyerang dengan ganas jika terpojok.

Bisa kobra dikatakan bisa membunuh 20 orang sekaligus atau bahkan seekor gajah hanya dengan sekali gigitan.
Max Muggeridge, pemburu hiu asal Australia.

4.
Pria ini pancing hiu hanya dengan tangan kosong


Kebanyakan orang takut dengan ikan hiu. Pasalnya salah satu predator paling ganas di lautan ini kerap memangsa manusia. Tetapi bagi Max Muggeridge, seekor hiu tak lebih dari ikan biasa yang mudah ditaklukkan.

Max, 19 tahun benar-benar menggemari olah raga ekstrem. Dilansir Viralnova, pemuda ini hobi memancing ikan hiu di pantai New South Wales, Australia. Uniknya, dia selalu menggunakan tangan kosong saat berburu hiu. Dia bahkan sudah mengembangkan teknik yang memungkinkan baginya untuk menangkap hiu raksasa dari pantai.

Sehari-hari Max bekerja sebagai penjaga pantai di Queensland. Setiap kali ada kesempatan, Max menangkap ikan hiu. Kadang aktivitas ini dia lakukan bersama pacarnya. Sejauh ini, Max telah menangkap lebih dari 200 hiu. Beberapa hiu yang berhasil ia dapatkan bahkan mencapai berat 350 kilogram.

Biasanya Max langsung sigap jika ada hiu yang mendekati garis pantai. Kalau sudah begitu Max akan melancarkan trik untuk menarik si hiu agar bergerak ke arah bibir pantai. Jika berhasil, Max akan menarik hiu itu ke darat. Tak jarang dia harus menghabiskan waktu berjam-jam untuk melakukan hal ini. Setelah berhasil menangkap si hiu, Max akan berfoto dengan hasil buruannya itu sebelum melepasnya kembali ke laut lepas.

September lalu, DailyMail (24/9) melaporkan kalau Max berhasil menangkap hiu macan sepanjang 3,86 meter, hiu martil sepanjang 3,78 meter, dan hiu martil sepanjang 2,7 meter.

"Lucunya, ini adalah hiu macan paling kecil yang pernah saya tangkap," tuturnya.

Max berbagi kisahnya sebagai pemburu hiu lewat halaman Facebook-nya, TBDsharkfishing. Saat ini dia telah mendapatkan 6.000 pengikut.

5.
Lelaki ini sanggup tarung lawan singa dengan tangan kosong

Samson Mutombeni tak pernah menduga hari itu dia akan bertarung melawan seekor singa terluka yang sedang kelaparan.

Pria asal Desa Chiredzi, Zimbabwe itu sedang berjalan di sebuah jalan setapak ketika singa itu muncul dari balik semak dan menyerangnya.

Mutombeni sontak kaget dan berusaha melawan. Meski di sekujur tubuhnya penuh luka akibat duel itu dia berhasil mencekik leher singa itu dan menggulingkannya hingga hewan buas itu melarikan diri. Dia bertarung dengan singa itu hampir setengah jam.

"Saya sedang berjalan pulang sekitar pukul 19.00 ketika singa itu menyerang," ujar Mutombeni, seperti dilansir thezimbabwean.co, September lalu.

"Awalnya saya panik tapi kemudian harus bertarung dengan tangan kosong," kata dia saat dirawat di rumah sakit.

Polisi di Masvingo membenarkan insiden itu berdasarkan laporan pengurus taman nasional.

"Kami menerima laporan dan juga memperingatkan para petugas taman nasional untuk memburu hewan berbahaya itu," kata juru bicara polisi Masvingo.

No comments:

Post a Comment

Copyright @ UA2016 INFO SABILA