![]() |
| Foto: Dhani Irawan/detikcom |
"Jadi malam ini yang pasti kita mengucapkan rasa syukur pada Yang Maha Pengasih, kami sebagai pebisnis sebagai investor dan Pak Gubernur sebagai regulator, tidak mungkin suatu kerja sama dalam bisnis bisa mulus kalau keduanya tidak bersama-sama, ini yang harus dipahami dulu," kata Maroef di kediaman Lukas di Jayapura, Papua, Jumat (25/12/2015).
Sebelum menyambangi kediaman Lukas, Maroef telah mendatangi rumah Abraham di Manokwari. Tak hanya itu, Maroef juga menyempatkan diri untuk bersilaturahmi ke rumah Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy, yang tak jauh dari kediaman Abraham.
![]() |
"Di pusat kami juga berhubungan dengan kementerian ESDM, bagaimana kelanjutan investasi, kalau pandangan terlihat ada kekurangan di masa lalu, tentu dengan komunikasi kita melihat apa kekurangan, investor bagaimana melihat untuk berkontribusi pada daerah," ucap Maroef.
Baik Abraham maupun Lukas menyambut baik kedatangan Maroef. Apalagi mereka berdua juga tengah menggelar open house dalam rangka Hari Natal. Keduanya menyebut bahwa Freeport tak lepas dari tanah Papua.
"Harapan kita ya pemerintah segera memberi kepastian (untuk perpanjangan kontrak Freeport)," ucap Lukas.
(dhn/dnu)
http://news.detik.com/berita/3104417/safari-bos-freeport-indonesia-di-papua-di-tengah-kasus-papa-minta-saham



No comments:
Post a Comment