Anda ingin gemuk, merusak hubungan romantis dengan pasangan, atau mungkin ingin menurunkan kualitas kesuburan Anda? Bila iya, percayalah, bahwa semuanya bisa dilakukan dengan hanya menonton TV.
Menurut penelitian mutakhir, bukan hanya menonton TV dalam waktu yang lama yang bisa menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Tapi, isi iklan TV pula yang bisa mempengaruhi kita untuk makan secara berlebihan.
Seperti dikutip Huffingtonpost.com, Selasa (27/10), berikut berbagai dampak buruk yang ditimbulkan akibat menonton TV :
1. Memperlebar ukuran pinggang
Ini adalah alasan yang tepat bagi Anda agar sebaiknya melewatkan tayangan iklan dan tak terlalu lama menonton TV. Kebanyakan orang berpikir, bahwa duduk menonton TV terlalu lama adalah alasan utama orang menjadi bertambah gemuk.
“Tapi dampak terburuknya yaitu justru commericial break atau iklan lah yang menyebabkan kita untuk semakin banyak mengkonsumsi makanan tak sehat,” kata Steve Gortmaker, Profesor sosiologi kesehatan dari Harvard T.H. Chan School of Public Health.
2. Memperbesar risiko diabetes
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa setiap jam yang dihabiskan untuk menonton dalam sehari, akan meningkatkan potensi terkena diabetes sebesar 3,4%.
Andrea Kriska, Ahli Epidomologi Universitas Pittsburg, mengatakan menonton TV diindikasikan sebagai aktivitas yang menyebabkan seseorang untuk duduk lama. Riset lainnya menemukan bahwa menonton TV menyebabkan kita jauh lebih sedikit bergerak ketimbang kegiatan lain, seperti duduk di tempat kerja.
3. Memperburuk kualitas Sperma
Penelitian Harvard belum lama ini menemukan bahwa pria yang menonton TV lebih dari 20 jam per minggu memiliki sperma 44 persen lebih sedikit daripada orang yang tidak menonton TV. Selain itu nonton TV terlalu lama juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung, bahkan untuk laki-laki juga meningkatkan risiko impotensi.
4. Merusak hubungan dengan pasangan Anda
Semakin Anda percaya dengan potret kisah percintaan di TV, semakin berkurang komitmen Anda dengan ikatan hubungan. Hal itu didasarkan dari hasil penelitian yang dipublikasikan beberapa tahun lalu di Jurnal Mass Communication and Society.
Hal ini bisa menimbulkan berbagai dampak, mulai dari ekspektasi yang kurang realistis terhadap pasangan, hingga ‘menghitung’ ongkos hubungan, seperti waktu yang terbuang atau terampasnya kebebasan. Akibatnya, perasaan-perasaan semacam ini membuat hubungan dengan pasangan menjadi kurang harmonis.
5. Mengurangi kemampuan bicara anak di bawah umur 2 tahun
Saat ini, bayi-bayi sudah mulai mengenal TV dan smartphone sejak usia yang sangat dini. Tak terlalu bahaya bila anak-anak menggunakan aplikasi video call semacam Facetime. Menjadi masalah, apabila mereka mengenal TV sejak bayi.
“Menonton TV sebelum usia 2 tahun berhubungan erat dengan menurunnya perkembangan kemampuan berbahasa,” ujar David L Hill, Ketua American Academy of Pediatric Council on Communications and Media. “Kami terus menghimbau kepada orang tua untuk tidak menggunakan TV atau video secara terus menerus untuk menghibur anak-anak mereka yang berusia di bawah 2 tahun.”
6. Memperpendek Umur
Sebuah studi yang dilakukan terhadap orang dewasa muda yang sehat menyimpulkan bahwa menonton TV terlalu banyak dikaitkan dengan kematian dini. Tahun lalu, jurnal American Heart Association, menemukan bahwa menonton TV tiga jam atau lebih per hari, menimbulkan risiko kematian dua kali lebih besar selama jangka waktu 8 tahun, ketimbang responden yang tidak menonton TV lebih dari sejam per hari. Maka, semakin sering Anda nonton TV, semakin cepat pula kemungkinan Anda meninggal.
http://news.internet-positif.org/2015/10/27/6-bahaya-menonton-tv-terlalu-lama/


No comments:
Post a Comment