Seperti dilansir CNN, Senin (4/1/2016), insiden ini terjadi ketika pesawat yang membawa 163 penumpang ini tengah mengudara ke Busan, Korsel pada Minggu (3/1) waktu setempat. Jin Air merupakan anak perusahaan maskapai terbesar di Korsel, Korean Air.
Saat insiden ini terjadi, pesawat jenis Boeing 737-800 ini tengah mengudara di ketinggian 10 ribu kaki. Pesawat ini akhirnya terbang kembali ke Cebu, Filipina setelah mengudara selama 40 menit.
Menurut staf Jin Air, pengumuman pesawat kembali ke Filipina disampaikan pilot kepada penumpang saat pesawat masih mengudara. Tidak ada korban luka dalam insiden ini. Namun sejumlah laporan media lokal Korsel menyebut beberapa penumpang mengeluh merasakan sedikit mual ketika pesawat terbang kembali ke Cebu.
Setelah pesawat mendarat di Cebu, para penumpang diinapkan di hotel setempat, sebelum akhirnya pesawat diterbangkan kembali ke Busan selang 15 jam kemudian.
"Setiap penumpang akan mendapat kompensasi 100 ribu won (Rp 1,1 juta)," ujar juru bicara Jin Air.
Secara terpisah, seorang pejabat Kementerian Transportasi Korsel menuturkan kepada CNN, pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti insiden ini, bagaimana bisa pintu pesawat tidak ditutup dengan benar. Mereka juga akan melakukan inspeksi keselamatan pada enam maskapai bujet lainnya, antara lain Jin Air, Air Busan, Jeju Air, Easter Jet, T'way Air dan Air Incheon.
(nvc/ita)
http://news.detik.com/internasional

No comments:
Post a Comment