Breaking News

Thursday, 7 January 2016

Tak Ada Sampah, Bagaimana Bisa Ada Kota Seperti Ini di Jepang

Kota tanpa sampah, Kamikatsu ©Odditycentral.com
Siapa yang tidak pernah bermasalah dengan sampah? Yap, semua orang di setiap negara pun bermasalah dengan sisa atau bekas organik dan non-organik ini. Di mana, setiap negara pun berupaya sekuat tenaga agar sampah tak menjadi masalah besar di masa depan.
Akan tetapi, saat kamu berbicara soal sampah. Tentu negara pertama yang harus kamu ingat adalah Jepang. Wah, kenapa harus Jepang ya kira-kira. Sebabnya, hanya di negara ini masyarakatnya benar-benar sadar betapa pentingnya masalah sampah tersebut. Makanya kamu tak heran kalau setiap orang di sana mengadaptasi gaya hidup 'Tak Ada yang Terbuang'.
Gaya hidup yang menganut paham tak ada yang boleh tersisa ini membuat mereka tidak akan membuang sampah di mana pun. Tapi mereka bakal mendaur ulang semuanya. Ya, meski hampir semua orang di Jepang menganut gaya hidup itu. Tapi tak seperti masyarakat yang tinggal di Kamikatsu, Jepang, seperti dilansir melalui Odditycentral.com.
Seperti ini penampakan sekilas kegiatan sehari-hari warga Kota Kamikatsu, Jepang ©Odditycentral.com
Di sana mereka membuat semua masyarakat benar-benar bisa mengelola sampahnya sendiri. Dan ini menjadi harapan mereka agar Kamikatsu benar-benar bebas sampah pada tahun 2020. Makanya sejak sekarang mereka membiasakan diri membuat kompos untuk sampah organik mereka.
Sedangkan sampah non-organik harus mereka cuci sampai bersih dan dipisahkan menjadi 34 kategori. Baru setelah itu mereka boleh membawanya ke pusat daur ulang. Di mana nantinya akan disortir ulang dan bakal dibuat berbagai produk keren yang nantinya akan dijual kembali oleh Kuru-Kuru Factory.
Nah, bedanya untuk warga Kamikatsu mereka boleh mengambil barang buatan tangan seperti tas, kaos, boneka atau hiasan rumah sekali pun tanpa mengeluarkan dana lagi alias gratis. Sedangkan, di luar Kamikatsu benda-benda yang berasal dari sampah di jual dengan harga yang sesuai dengan pasaran barang buatan tangan.
Dengan hal seperti ini, makanya kamu nggak bakal heran kalau Kamikatsu sampai dikunjungi anak-anak sekolah dan turis asing yang ingin mempelajari gaya hidup seperti mereka. Sampai-sampai kawasan yang satu ini menerima sekitar 2.500-an pengunjung setiap tahunnya. Wah, gimana menurutmu? Maukah kamu mencoba gaya hidup yang seperti ini? (odd/vit)
http://plus.kapanlagi.com/

No comments:

Post a Comment

Copyright @ UA2016 INFO SABILA